Minyak terhampar diatas $82 per barel hari Selasa, terdorong naik oleh data kepercayaan konsumen AS yang meningkat, yang dapat menaikkan permintaan bahan bakar, namun tertekan oleh kokohya dolar yang mungkin akan memangkas tingkat permintaan luar negri. Setelah berayun antara negatif dan positif, minyak diperdagangkan sekitar $82.59 per barel.
Pasar komoditas dan mata uang sedang menunggu hasil pertemuan Federal Reserve minggu
depan. Dengan tingginya ekspektasi pasar, seberapa agresifnya langkah Fed akan sangat mempengaruhi pasar. "Data kepercayaan konsumen cukup bagus, dan mencegah penurunan harga minyak," ucap Andy Lebow, broker pada MF Global di New York. "Namun kita masih terjebak dalam range sempit seiring pasar menunggu hasil pertemuan Fed minggu depan."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar