Yen tergelincir dari level terkuat 15 tahun terhadap dolar akibat kecemasan Jepang akan kembali intervensi demi lemahkan mata uangnya. Sekretaris Kabinet Yoshito Sengoku katakan telah bertemu dengan petinggi Kementrian Keuangan untuk bahas
ekonomi global dan pasar valas. “Ada kekhawatiran intervensi,” ungkap Daragh Maher, strategis valas Credit Agricole. “Pasar sedikit cemas seiring yen dekati
level 80 per dolar.”
Wakil Men Keuangan Fumihiko Igarashi utarakan intervensi yang paling efektif ketika
waktunya tidak terduga. “Tindakan secara tiba-tiba mungkin efektif,” papar Igarashi ketika diwawancara di Tokyo. “Kami tidak bisa berikan pengumuman intervensi secara dini. Di lain pihak, kami juga tidak bisa katakan tidak akan ambil tindakan.” Pemerintah telah alokasikan 1.5 triliun yen bagi Japan Bank for International Cooperation untuk investasi di luar negeri dan proyek infrastruktur, ungkap Kementrian Keuangan. “Kebijakan ini dapat dilihat sebagai intervensi tidak langsung,” papar Sue Trinh, strategis Royal Bank of Canada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar