Minyak terhampar diatas $82 per barel hari Selasa, terdorong naik oleh data kepercayaan konsumen AS yang meningkat, yang dapat menaikkan permintaan bahan bakar, namun tertekan oleh kokohya dolar yang mungkin akan memangkas tingkat permintaan luar negri. Setelah berayun antara negatif dan positif, minyak diperdagangkan sekitar $82.59 per barel.
Pasar komoditas dan mata uang sedang menunggu hasil pertemuan Federal Reserve minggu
depan. Dengan tingginya ekspektasi pasar, seberapa agresifnya langkah Fed akan sangat mempengaruhi pasar. "Data kepercayaan konsumen cukup bagus, dan mencegah penurunan harga minyak," ucap Andy Lebow, broker pada MF Global di New York. "Namun kita masih terjebak dalam range sempit seiring pasar menunggu hasil pertemuan Fed minggu depan."
Selasa, 26 Oktober 2010
Emas Tertekan Kokohnya Dolar
Emas ditutup sedikit turun hari Selasa setelah laporan menunjukkan kepercayaan konsumen di As yang sedikit meningkat di bulan Oktober, sementara dolar kokoh. Meskipun kepercayaan konsumen di AS meningkat, namun masih berada dekat rekor rendah seiring kecemasan pasar buruh masih ada, menurut laporan sektor swasta.
"Keluarnya data kepercayaan konsumen tidak dapat melemahkan dolar," ucap Eugen Weinberg analis Commerzbank. "Ini akan sedikit membantu – jika tidak emas akan rentan terhadap aksi profit taking.” “Saat ini emas sedang berada dalam kondisi sedikit over bought," tambahnya.
Investor sedang menunggu pertemuan Federal Reserve pekan depan di Washington yang akan
mendiskusikan QE2 guna merangsang pertumbuhan, yang mana akan mempunyai implikasi yang signifikan terhadap dolar dan tingkat inflasi, begitu juga emas.
"Keluarnya data kepercayaan konsumen tidak dapat melemahkan dolar," ucap Eugen Weinberg analis Commerzbank. "Ini akan sedikit membantu – jika tidak emas akan rentan terhadap aksi profit taking.” “Saat ini emas sedang berada dalam kondisi sedikit over bought," tambahnya.
Investor sedang menunggu pertemuan Federal Reserve pekan depan di Washington yang akan
mendiskusikan QE2 guna merangsang pertumbuhan, yang mana akan mempunyai implikasi yang signifikan terhadap dolar dan tingkat inflasi, begitu juga emas.
Kepercayaan Konsumen AS Meningkat; Harga Rumah Turun
Tingkat kepercayaan konsumen di AS sedikit meningkat bulan Oktober namun masih dekat rekor rendah seiring kecemasan pasar tenaga kerja belum reda, menurut data sektor swasta. Conference Board mengatakan indeks kepercayaan konsumen naik menjadi 50.2 bulan Oktober dari revisi sebesar 48.6 di bulan September.
Sementara, harga rumah turun untuk kedua bulannya pada bulan Agustus, berada dekat level rendah belakangan ini setelah berakhirnya program bantuan pemerintah, menurut laporan Standard & Poor's/Case-Shiller. Indeks gabungan S&P/Case Shiller dari 20 kota metropolitan turun 0.3% bulan Agustus dibandingkan bulan Juli dibandingkan perkiraan polling Reuters penurunan sebesar 0.2%. Penurunan menyusul revisi turun bulan Juli sebesar 0.2%.
Sementara, harga rumah turun untuk kedua bulannya pada bulan Agustus, berada dekat level rendah belakangan ini setelah berakhirnya program bantuan pemerintah, menurut laporan Standard & Poor's/Case-Shiller. Indeks gabungan S&P/Case Shiller dari 20 kota metropolitan turun 0.3% bulan Agustus dibandingkan bulan Juli dibandingkan perkiraan polling Reuters penurunan sebesar 0.2%. Penurunan menyusul revisi turun bulan Juli sebesar 0.2%.
Wall St Flat Menjelang Pemilu, FOMC
Saham AS ditutup sedikit menguat, namun dekat level pembukaan hari Selasa seiring investor menahan diri mengantisipasi pemilihan umum minggu dapan dan kemungkinan pengumuman stimulus tambahan dari Federal Reserve. Saham sebelumnya sempat turun pada pembukaan setelah sekumpulan earnings yang buruk dan data perumahan yang
mengecewakan, namun kemudian pulih menyusul dirilisnya data kepercayaan konsumen yang positif. "Untuk level makro, investor sedang menunggu hasil pemilu dan FOMC, dan menurut saya mengingat kondisi saat ini kita berada dalam situasi 'buy the rumor, sell the news,'” menurut Jud Pyle, analis pada PEAK6Investments. Sementara Microsoft
Corp diperkirakan akan melaporkan kenaikan earnings yang signifikan pada hari Kamis nanri, terbantu oleh versi terbaru Office dan game blockbuster Halo; namun permasalahan jangka pendek dan panjang waralaba Windows membuat investor cemas.
mengecewakan, namun kemudian pulih menyusul dirilisnya data kepercayaan konsumen yang positif. "Untuk level makro, investor sedang menunggu hasil pemilu dan FOMC, dan menurut saya mengingat kondisi saat ini kita berada dalam situasi 'buy the rumor, sell the news,'” menurut Jud Pyle, analis pada PEAK6Investments. Sementara Microsoft
Corp diperkirakan akan melaporkan kenaikan earnings yang signifikan pada hari Kamis nanri, terbantu oleh versi terbaru Office dan game blockbuster Halo; namun permasalahan jangka pendek dan panjang waralaba Windows membuat investor cemas.
Bursa Asia Merosot Seiring Buramnya Prospek USD
Bursa Asia terhampar melayang di kisaran tinggi dalam 28-bulan di hari Selasa; sementara dollar bertahan kokoh seiring perdebatan hasil pertemuan Federal Reserve berikutnya menyelimuti prospek jangka pendek.
Nikkei melorot akibat yen bertengger di kisaran rekor tinggi terhadap dollar, sehingga kondisi ini menambah kewaspadaan investor menjelang puncak dari musim pendapatan korporasi. Indeks benchmark Nikkei ditutup turun 0.3% pada level
9,377.38, sementara indeks berjangka (SSIZ0) jatuh 0.74% (-70) ke level 9360.
Sementara bursa saham Seoul bergerak ranging, rehat sejenak setelah catatkan level tertinggi dalam 34-bulan di sesi sebelumnya, seiring jatuhnya saham teknologi dan ritel seperti LG Electronics dan Lotte Shopping. KOSPI-futures (KSc1) menguat 0.05
poin ke level 248.5.
Nikkei melorot akibat yen bertengger di kisaran rekor tinggi terhadap dollar, sehingga kondisi ini menambah kewaspadaan investor menjelang puncak dari musim pendapatan korporasi. Indeks benchmark Nikkei ditutup turun 0.3% pada level
9,377.38, sementara indeks berjangka (SSIZ0) jatuh 0.74% (-70) ke level 9360.
Sementara bursa saham Seoul bergerak ranging, rehat sejenak setelah catatkan level tertinggi dalam 34-bulan di sesi sebelumnya, seiring jatuhnya saham teknologi dan ritel seperti LG Electronics dan Lotte Shopping. KOSPI-futures (KSc1) menguat 0.05
poin ke level 248.5.
Investor Cemas Jepang Akan Intervensi
Yen tergelincir dari level terkuat 15 tahun terhadap dolar akibat kecemasan Jepang akan kembali intervensi demi lemahkan mata uangnya. Sekretaris Kabinet Yoshito Sengoku katakan telah bertemu dengan petinggi Kementrian Keuangan untuk bahas
ekonomi global dan pasar valas. “Ada kekhawatiran intervensi,” ungkap Daragh Maher, strategis valas Credit Agricole. “Pasar sedikit cemas seiring yen dekati
level 80 per dolar.”
Wakil Men Keuangan Fumihiko Igarashi utarakan intervensi yang paling efektif ketika
waktunya tidak terduga. “Tindakan secara tiba-tiba mungkin efektif,” papar Igarashi ketika diwawancara di Tokyo. “Kami tidak bisa berikan pengumuman intervensi secara dini. Di lain pihak, kami juga tidak bisa katakan tidak akan ambil tindakan.” Pemerintah telah alokasikan 1.5 triliun yen bagi Japan Bank for International Cooperation untuk investasi di luar negeri dan proyek infrastruktur, ungkap Kementrian Keuangan. “Kebijakan ini dapat dilihat sebagai intervensi tidak langsung,” papar Sue Trinh, strategis Royal Bank of Canada.
ekonomi global dan pasar valas. “Ada kekhawatiran intervensi,” ungkap Daragh Maher, strategis valas Credit Agricole. “Pasar sedikit cemas seiring yen dekati
level 80 per dolar.”
Wakil Men Keuangan Fumihiko Igarashi utarakan intervensi yang paling efektif ketika
waktunya tidak terduga. “Tindakan secara tiba-tiba mungkin efektif,” papar Igarashi ketika diwawancara di Tokyo. “Kami tidak bisa berikan pengumuman intervensi secara dini. Di lain pihak, kami juga tidak bisa katakan tidak akan ambil tindakan.” Pemerintah telah alokasikan 1.5 triliun yen bagi Japan Bank for International Cooperation untuk investasi di luar negeri dan proyek infrastruktur, ungkap Kementrian Keuangan. “Kebijakan ini dapat dilihat sebagai intervensi tidak langsung,” papar Sue Trinh, strategis Royal Bank of Canada.
Bagusnya GDP Lambungkan Sterling
Sterling menguat terhadap dolar dan euro ke level tinggi harian menyusul dirilisnya data pertumbuhan ekonomi Inggris yang bagus dan kepercayaan S&P terhadap manajemen pemerintahan Inggris. Ekonomi Inggris tumbuh 0.8% pada kwartal tiga 2010, dua kali lebih cepat dari estimasi; ini berhasil mengurangi spekulasi Bank of England akan
segera mengimplementasikan pelonggaran moneter dalam waktu dekat.
Pound lanjutkan reli setelah Standard and Poor's revisi naik outlook ekonomi Inggris menjadi "stabil" dari "negatif”. S&P katakan kebijakan pemangkasan defisit berhasil kurangi resiko walaupun masih harus mengkaji pelaksanaan tindakan tersebut.
Meskipun GDP tidak sebaik kwartal kedua yang mencapai 1.2%; tapi ini sinyalkan ekonomi masih cukup tangguh hadapi kebijakan pemotongan anggaran belanja pemerintah. Bagusnya data juga kurangi ekspektasi pembelian aset BoE demi gairahkan perekonomian Inggris; tindakan yang jika ditempuh akan berdampak negatif bagi pound.
segera mengimplementasikan pelonggaran moneter dalam waktu dekat.
Pound lanjutkan reli setelah Standard and Poor's revisi naik outlook ekonomi Inggris menjadi "stabil" dari "negatif”. S&P katakan kebijakan pemangkasan defisit berhasil kurangi resiko walaupun masih harus mengkaji pelaksanaan tindakan tersebut.
Meskipun GDP tidak sebaik kwartal kedua yang mencapai 1.2%; tapi ini sinyalkan ekonomi masih cukup tangguh hadapi kebijakan pemotongan anggaran belanja pemerintah. Bagusnya data juga kurangi ekspektasi pembelian aset BoE demi gairahkan perekonomian Inggris; tindakan yang jika ditempuh akan berdampak negatif bagi pound.
Dolar AS Reli, Namun Investor Waspadai Fed
Dolar menguat seiring mulai ragunya sebagian investor dengan jumlah quantitative easing yang dijalankan Federal Reserve minggu depan. Kegagalan euro bertahan di atas level psikologis $1.4000 juga dianggap berkontribusi terhadap pulihnya dolar karena euro telah berkali-kali gagal menembus dan bertahan di atas level tersebut.
Pasar perkirakan Fed akan tempuh quantitative easing minggu depan; tapi ini telah diantisipasi dan tercermin dari pelemahan dolar AS belakangan. Akan tetapi, seberapa banyak jumlahnya dan periodenya masih belum jelas; ini membuat investor enggan untuk melanjutkan aksi jual dolar akibat sentimen bearish yang masih melekat. Presiden Fed negara bagian New York William Dudley katakan bank sentral dapat berikan dukungan penting bagi ekonomi AS; meskipun masih belum pasti apakah pembelian dilakukan bertahap atau secara drastis. Di lain pihak, Presiden Fed of Kansas City, Thomas Hoenig, peringatkan bahaya yang ditimbulkan akibat pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut.
Pasar perkirakan Fed akan tempuh quantitative easing minggu depan; tapi ini telah diantisipasi dan tercermin dari pelemahan dolar AS belakangan. Akan tetapi, seberapa banyak jumlahnya dan periodenya masih belum jelas; ini membuat investor enggan untuk melanjutkan aksi jual dolar akibat sentimen bearish yang masih melekat. Presiden Fed negara bagian New York William Dudley katakan bank sentral dapat berikan dukungan penting bagi ekonomi AS; meskipun masih belum pasti apakah pembelian dilakukan bertahap atau secara drastis. Di lain pihak, Presiden Fed of Kansas City, Thomas Hoenig, peringatkan bahaya yang ditimbulkan akibat pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut.
Minggu, 24 Oktober 2010
Rabu, 20 Oktober 2010
Langganan:
Postingan (Atom)








